Yogyakarta, 30-31 Mei 2011
Banyak industri besar saat ini mempergunakan tenaga kerja kontraktor, outsourching untuk mendapatkan cost yang lebih efisien. Begitu juga sebaliknya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para kontraktor di Indonesia untuk bias memenuhi kebutuhan pekerjaan industri pemberi kerja dengan dana yang terbatas namun dituntut dengan tingkat kualitas dan keamanan yang tinggi.
Semakin hari pekerja menjadi semakin sadar akan halnya kebutuhan keselamatan kerja tidak saja gaji yang di tuntut, tetapi kebutuhan keamanan dalam melakukan pekerjaan baik itu sebagai pekerja tetap di perusahaan induk pemberi kerja maupun pekerja kontraktor. Safety performance menjadi salah satu indikasi parameter sebuah perusahaan bisa di katakan maju dan berkembang.
Kecelakaan kerja baik yang terjadi di area perusahaan induk maupun di kontraktor perlu di evaluasi untuk bisa turunkan angka frekuensi kecelakaan kerja dengan membangun system Contractor Safety Management System (CSMS). Membangun document standard ini di butuhkan baik bagi perusahaan induk sebagai pemberi kerja maupun dari sisi kontraktor sebagai penyedia tenaga kerja, tujuannya agar system bisa berjalan dan angka kecelakaan kerja bisa di turunkan.
Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja sangat mandatory untuk Contractors, Vendors dan Suppliers yang bergerak di Industri Oil & Gas. Kinerja Sistem Manajemen K3 organisasi para Contractor, Vendor dan Supplier akan diaudit terlebih dahulu sebelum mendapatkan kontrakMateri:
- Introduksi CSMS
- Konsep CSMS
- Tujuan CSMS
- HES Program
- Job Safety Analysis
- SOP
- HES PLAN
- Proses CSMS
1) Risk Assessment
2) Pre – Qualification Process
3) Selection and Job Awarded
4) Pre Job Activity
5) Work in Progress
6) Final Evaluation
IDR 3000000.00 per participant non residential
JP Consultant
Kalibayem No. 436 .Ngestiharjo Kasihan Bantul Yogyakarta
Phone : 0274 3326339
Fax. :
Email : jpconsultantyogyakarta@yahoo.com
Contact : Sari (08994500011,08122758271)
Damiri (083867388077)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar